I. PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Kimia organik adalah cabang ilmu kimia terbesar yang ada. Hal ini disebabkan keunikan cabang ilmu ini. Senyawa organik adalah senyawa yang berbasis kimia karbon. Karbon adalah unsur kimia yang unik dalam keanekaragaman maupun strukturnya yang dapat dihasilkan dari koneksi tiga dimensi atom-atomnya. Proses fotosintesis merubah karbondioksida dan air menjadi oksigen dan senyawa yang dikenal sebagai karbohidrat. Baik selulosa, zat yang memberi kekakuan struktur pada tanaman, dan pati, hasil penyimpanan energi tanaman, adalah karbohidrat polimerik. Karbohidrat sederhana yang dihasilkan lewat fotosintesis membentuk bahan baku beraneka ragam senyawa organik yang ditemukan pada kingdom tanaman dan hewan. Saat disatukan dengan jumlah hidrogen, oksigen, nitrogen, belerang, fosfor dan unsur lain dalam beragam ukuran, kemungkinan struktur senyawa karbon menjadi tak terbatas, dan jumlahnya jauh melebihi total semua senyawa nonorganik. Fokus utama kimia organik adalah mengisolasi, memurnikan dan mempelajari struktur zat alamiah ini. Banyak hasil alamiah merupakan molekul sederhana. Misalnya asam format (HCO2H) semut, etil alkohol (C2H5OH) pada buah yang difermentasi, dan asam oksalik (C2H2O4) pada daun rhubarb. Produk alamiah lainnya, seperti penisilin, vitamin vitamin B12, protein dan asam nukleat, luar biasa kompleksnya. Isolasi produk alamiah murni dari organisme asalnya dibuat sulit oleh konsentrasinya yang rendah. Saat mereka berhasil di isolasi dalam bentuk murni, teknik instrumental modern dapat mengungkapkan detail strukturnya untuk jumlah bahkan sekecil satu persejuta gram. Korelasi sifat fisika dan kimia senyawa dengan tampilan strukturnya adalah bidang kimia organik fisik.
Saat sifat satuan struktur tertentu yang disebut grup fungsional ini diketahui, menjadi mungkin untuk merancang molekul baru yang dapat menghasilkan sifat yang diinginkan. Penyiapan, dalam kondisi laboratorium terkendali, dari senyawa tertentu ini dipelajari oleh kimia sintesis. Beberapa produk lebih mudah di sintesis daripada mengumpulkan dan memurnikannya dari sumber alaminya. Ber ton-ton vitamin C misalnya, setiap tahunnya di sintesis. Banyak zat sintesis memiliki sifat baru yang membuatnya sangat bermanfaat. Plastik adalah contoh utama, begitu juga banyak jenis obat dan kimiawi pertanian. Tantangan berkelanjutan yang dihadapi ahli kimia sintesis adalah kerumitan struktur dari sebagian besar zat organik. Untuk mensintesis zat yang diinginkan, atom harus diatur sesuai urutan yang tepat dalam hubungan tiga dimensi yang sesuai. Sama halnya dengan setumpuk kayu dan bata dapat disusun dalam begitu banyak cara, begitu juga atom dapat disusun dalam beraneka cara. Hanya susunan tertentu saja dari sekian banyak kemungkinan ini yang akan identik dengan molekul alami. Antibiotika erythromycin, misalnya, memuat 37 atom karbon, 67 atom hidrogen dan 13 atom oksigen, bersama satu atom nitrogen. Bahkan saat disatukan dalam urutan yang tepat, ke 118 atom ini masih memiliki 262.144 kemungkinan struktur berbeda, dan hanya satu darinya yang memiliki sifat seperti erythromycin alami. Kelimpahan besar senyawa organik, peran pentingnya dalam kimia kehidupan, dan keanekaragaman strukturnya membuat bidang kimia organik menantang dan menggairahkan. Kimia organik merupakan cabang kimia yang terbesar dari semua cabang kimia yang ada.
Senyawa organik adalah senyawa yang berbasis kimia karbon. Karbon adalah unsur kimia yang unik dalam keanekaragaman maupun strukturnya yang dapat dihasilkan dari koneksi tiga dimensi atom-atomnya. Proses fotosintesis merubah karbondioksida dan air menjadi oksigen dan senyawa yang dikenal sebagai karbohidrat. Baik selulosa, zat yang memberi kekakuan struktur pada tanaman, dan pati, hasil penyimpanan energi tanaman, adalah karbohidrat polimerik. Karbohidrat sederhana yang dihasilkan lewat fotosintesis membentuk bahan baku beraneka ragam senyawa organik yang ditemukan pada kingdom tanaman dan hewan. Saat disatukan dengan jumlah hidrogen, oksigen, nitrogen, belerang, fosfor dan unsur lain dalam beragam ukuran, kemungkinan struktur senyawa karbon menjadi tak terbatas, dan jumlahnya jauh melebihi total semua senyawa nonorganik.
Fokus utama kimia organik adalah mengisolasi, memurnikan dan mempelajari struktur zat alamiah ini. Banyak hasil alamiah merupakan molekul sederhana. Misalnya asam format (HCO2H) semut, etil alkohol (C2H5OH) pada buah yang difermentasi, dan asam oksalik (C2H2O4) pada daun rhubarb. Produk alamiah lainnya, seperti penisilin, vitamin vitamin B12, protein dan asam nukleat, luar biasa kompleksnya. Isolasi produk alamiah murni dari organisme asalnya dibuat sulit oleh konsentrasinya yang rendah. Saat mereka berhasil di isolasi dalam bentuk murni, teknik instrumental modern dapat mengungkapkan detail strukturnya untuk jumlah bahkan sekecil satu persejuta gram. Korelasi sifat fisika dan kimia senyawa dengan tampilan strukturnya adalah bidang kimia organik fisik.
Saat sifat satuan struktur tertentu yang disebut grup fungsional ini diketahui, menjadi mungkin untuk merancang molekul baru yang dapat menghasilkan sifat yang diinginkan. Penyiapan, dalam kondisi laboratorium terkendali, dari senyawa tertentu ini dipelajari oleh kimia sintesis. Beberapa produk lebih mudah di sintesis daripada mengumpulkan dan memurnikannya dari sumber alaminya. Ber ton-ton vitamin C misalnya, setiap tahunnya di sintesis. Banyak zat sintesis memiliki sifat baru yang membuatnya sangat bermanfaat. Plastik adalah contoh utama, begitu juga banyak jenis obat dan kimiawi pertanian. Tantangan berkelanjutan yang dihadapi ahli kimia sintesis adalah kerumitan struktur dari sebagian besar zat organik. Untuk mensintesis zat yang diinginkan, atom harus diatur sesuai urutan yang tepat dalam hubungan tiga dimensi yang sesuai. Sama halnya dengan setumpuk kayu dan bata dapat disusun dalam begitu banyak cara, begitu juga atom dapat disusun dalam beraneka cara. Hanya susunan tertentu saja dari sekian banyak kemungkinan ini yang akan identik dengan molekul alami. Antibiotika erythromycin, misalnya, memuat 37 atom karbon, 67 atom hidrogen dan 13 atom oksigen, bersama satu atom nitrogen. Bahkan saat disatukan dalam urutan yang tepat, ke 118 atom ini masih memiliki 262.144 kemungkinan struktur berbeda, dan hanya satu darinya yang memiliki sifat seperti erythromycin alami. Kelimpahan besar senyawa organik, peran pentingnya dalam kimia kehidupan, dan keanekaragaman strukturnya membuat bidang kimia organik menantang dan menggairahkan. Kimia organik merupakan cabang kimia yang terbesar dari semua cabang kimia yang ada.
Woodward adalah kimiawan organik klasik terbesar, namun ia juga terdepan dalam mengeksploitasi instrumen baru, khususnya spektrometri inframerah, ultraviolet dan NMR. Keahliannya adalah melakukan sintesis total, penciptaan zat organik (biasanya alami) sepenuhnya di laboratorium, dimulai dari bahan yang sesederhana mungkin. Senyawa-senyawa yang berhasil ia sintesis bersama rekan-rekannya adalah alkaloid, seperti quinine dan srychnine, antibiotik seperti tetrasilin, dan molekul yang sangat rumit, klorofil. Pencapaian terbesar Woodward dicapai enam tahun setelah ia menerima hadiah nobel kimia tahun 1965; sintesis vitamin B12, sebuah rekor kerumitan baru. Universitas Harvard berhasis mensintesis produk alami yang lebih rumit lagi kemudian, yaitu palytoksin, yang memiliki lebih dari 60 stereosenter.
Sintesis total ini memiliki manfaat praktis maupun ilmiah. Sebelum revolusi instrumental, sintesis sering dilakukan untuk membuktikan struktur molekul. Sekarang mereka adalah syarat untuk penemuan jenis obat baru. Mereka juga dapat dipakai untuk membuktikan teori. Bersama dengan teoritikus kimia Amerika kelahiran Polandia, Roald Hoffmann, Woodward mengikuti petunjuk dari sintesis B12 yang menghasilkan perumusan aturan simetri orbital. Aturan ini tampak berlaku pada semua reaksi organik termal atau fotokimia yang terjadi dalam satu langkah. Kesederhanaan dan ketelitian prediksinya dibuat oleh beberapa aturan baru, termasuk detail stereokimia yang sangat spesifik dari hasil reaksi, dan menjadi alat yang berharga untuk kimiawan organik sintetik.
Struktur Kimia Klorofil
Stereokimia, lahir pada akhir abad ke-19. Ia menerima perhatian yang tetap sepanjang abad ke-20. Detail struktur molekul tiga dimensi terbukti tidak hanya memiliki fungsi kritis, kimia dan biokimia saja namun juga sangat sulit untuk di analisa dan disintesis. Beberapa hadiah nobel kimia di paruh abad ke dua diberikan sebagian atau seluruhnya pada kemajuan di bidang stereokimia. Contohnya antara lain Derek Barton dari Inggris, John Cornforth dari Australia, Vladimir Prelog dari Uni Soviet dan lainnya. Peraih nobel kimia tahun 1990 dari Amerika, Elias J Corey, berhasil mengembangkan apa yang ia sebut analisis retrosintetis. Penemuan ini sangat dibantu oleh perangkat lunak komputer interaktif khusus. Pendekatan ini mengubah kimia organik sintetis. Inovasi penting lainnya adalah kimia kombinatorial, dimana sejumlah senyawa dibuat sekaligus – semua permutasi yang mungkin – dan kemudian di pindai untuk dicari apa yang diinginkan.
B.TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yakni:
1. Agar mahasiswa mampu mengetahui defenisi kimia organik secara lebih dalam.
2. Agar mahasiswa mengetahui peranan kimia organik bagi kehidupan manusia.
II. PEMBAHASAN
A.Pengertian Kimia Organik
Kata organik merupakan istilah yang di gunakan pada awal perkembangan ilmu kimia (abad ke-18) yang di tandai oleh pengelompokan senyawa-senyawa kimia menjadi dua golongan besar, yaitu senyawa organic dan senyawa anorganik. Senyawa-senyawa yang berasal dari tummbuhan atau hewan dikelompokan dalam senyawa organic (kata organic berkaitan dengan kata organnisme, yang artinnya makhluk hidup), sedangkan yang di hasilkan oleh mineral (bukan makhluk hidup) termasuk dalam senyawa organic.
Seorang ilmuan swedia bernama Berzelius (tahun 1815) dinyatakan bahwa pembentukan senyawa organic mengikuti hukum-hukum kimia yang berbeda dengan yang berlaku dalam pembentukan senyawa annorganik. Hal inilah yang melahirkan annggapan bahwa senyawa organic hanya dapat terjadi bila ada pengaruh dari daya yang dimiliki oleh makhluk hidup (vital force atau vis vitalis). Dengan dasar anggapan seperti itu maka timbul pandangan bahwa senyawa organic tidak dapat di buat melalui eksperimen melalui eksperimen.
Pada tahun 1828 seorang ilmuan bangsa jerman bernama Friedrich Wholer berhasil membuat ammonium sianat menjadi urea di laboratorium. Berdasarkan pengelompokan yang beralaku, ammonium sianat termasuk senyawa anorganik sedangkan urea termasuk senyawa oorganik ( karena terdapat hasil metabolisme tubuh hewan). Dengan demikian hasil eksperimen Wholer tersebut memberikan bukti bahwa senyawa organic dapat di hasilkan di laboratorium tanpa pengaruh daya yang di miliki makhluk hidup.
Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa kimia organic pada hakikatnya adalah cabang dari ilmu kimia yang khusus mempelajari senyawa-senyawa karbon.Adanya kenyataan bahwa semua senyawa organic mengandung unsure karbon melahirkan pendapat bahwa seyogianya istilah kimia organic diganti menjadi kimia senyawa karbon.
1 sumber senyawa organik
Dewasa ini meskipun masih banyak senyawa organic yang di peroleh dari tumbuhan dan hewan, namun yang didapatkan melalui jalur sintesis sangat besar jumlahnya. Kadang-kadang dalam sintesis tersebut menggunakan bahan dasar anorganik, misalnya yang berupa senyawa sianida dan karbonat.
Dus macam hasil alam yang dapat digunakan untuk memperoleh senyawa organic yang susunanya sederhana, adalah minyak bumi dan batubara. Senyawa-senyawa organic yang dapat diperoleh dari kedua hasil alam tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai pembangunan sebagai bahan pembangunan untuk membuat senyawa organic yang lebih besar dan strukturnya lebih rumit.
2.sifat-sifat umum senyawa organik
Pada umunya senyawa organic mengandung unsur-unsur C, H, O, N, dan halogen,belerang dan fosfor.Senyawa organic mudah terbakar dan memberikan hasil akhir CO2, H2O, dan hasil-hasil lain, tergantung pada unsure-unsur penyusunnya.Pengaruh panas terhadap senyawa organic dapat mengakibatkan perubahan tertentu, dan mungkin pula terjadi dekomposisi. Pada umumnaya titik leleh senyawa organic lebih rendah dariada senyawa organic.Reaksi-reaksi pada senyawa organic berlangsung lebih lambat daripada senyawa anorganik dan sering kali disertai hasil sampingan.
3. Perkembangan Kimia Organik
Seiring dengan perkembangan zaman diperoleh pula sejumlah temuan yang mempunyai sumbangan penting agi perkembangan ki,ia organnik selanjutnya. Temuan yang dimaksud adalah:
Metode analisis kualitatif yang dirintis oleh lavoisier, dan analisis kuantitatif untuk senyawa organik yang dikembangkan oleh Liebig,Berzelius, dan Dumas dalam kurun waktu 1811-1831.Dikembangkanya teori struktur yang melewati tiga tahap, yaitu:
Tahap-1: teori struktur Kekule, yang berlandaskan pada teori atom dalton dan teori valensi Frankland. Kekule menggambarkan atom-atom dengan menggunakan lambang huruf beserta garis valensi. Garis valensi menggambarkan daya ikat suatu atom. Atom H mempunyai satu garis valensi yang berarti dapat berikatan dengan satu atom lain, atom O mempunyai dua garis valensi dapat berkaitan dengan dua atom lain.
Contoh:
Hidrogen H-
Klor Cl-
Selanjutnya bila garis valensi dan atom-atom digabumg satu dengan yang lain diperoleh suatu model molekul.
Contoh:
Senyawa Model Molekul
H2 H-H
H2O H-O-H
H
H
HCl H-Cl
Tahap-2: teori struktur lewis, yang berlandaskan teori atom Rutherford-Bohr.
Dalam teori struktur Lewis lambing huruf digunakan menggambarkan inti atom dan elektron-elektron yang berada dikulit dalam. Selanjutnya elektron-elektron di kulit terluar ( elektron valensi) digambarkan dengan titik.
Contoh:
Atom C dilambangkan dengan C
Atom N di lambangkan dengan N 
Menurut lewis terbentuknya ikatan disebabkan oleh adanya elektron berpasangan..
Contoh:
Pembentukan ikatan antara atom-atom H dalam molekul H2 dinyatakan dalam persamaan:
Dalam teori struktur lewis telah dikenal adanya pasangan elektron bebas (lone pair electron).
Contoh:
Pasangan elektron bebas
H
Tahap-3: teori struktur Linus Pauling, yang berlandaskan mekanika kuantum.
Pada dasarnya teori struktur Linus Pauling menyatakan bahwa ikatan antara atom-atom terjadi karena adanya tumpang tindih orbital-orbital atom.
Contoh:
Molekul etana digambarkan sebagai berikut:
| | | ||||||||||||||||||||||||||
| | |||||||||||||||||||||||||||
| | |||||||||||||||||||||||||||
| Notasi singkat: H (sp2-sp2)σ H | ![]() | ||||||||||||||||||||||||||
Dikembangkan rumus-rumus struktur yang ditemukan oleh Kekule, Couper, dan batlerov, menjadi model tiga dimensi oleh van’t Holf dsn Le Bel. Dalam model tiga dimensi ini diperlihatka bahwa keempat ikatan atom karbon, misalnya dalam molekul metana (CH4), tersusun sedemikian rupa sehimgga mengarah pada suddut-sudut suatu bidang -4 beraturan (tetrahedron), dengan atom C dalam molekul CH4 tersebut sebagai pusat molekulnya.
Kehadiran teknik-teknik instrumental yang canggih dalam upaya penetapaan strukur berbagai senyawa organik, baik lyang diperoleh dari alam maupun senyawa baru yang dibuat di laboratorium, seperti metode spektroskopi dan kristalografi sinar-X, juga merupakan saranaa yang besar sekali sumbanganya dalam mencapai tahap perkembangan kimia organik sebagai yang kita amati pada masa sekarang ini.
- Senyawa organik yang merupakan suatu golongan besar dikaji secara khusus dalam kimia organik. Banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari diantaranya ada yang berwujud bahan makanan, bahan sandang, obat-obatan, kosmetik dan berbagai jenis plastik.
- Dasar klasifikasi senyawa pada perkembangan ilmu kimia ditandai oleh adanya pengelompokan senyawa-senyawa kimia menjadi dua golongan besar yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik. Dasar yang digunakan pada pengelompokan tersebut adalah asal usul atau sumber penghasil senyawanya. Semua senyawa yang berasal dari makhluk hidup digolongkan dalam senyawa organik, sedangkan yang berasal dari mineral digolongkan dalam senyawa anorganik.
- Pandangan “vis vitalis” dalam kimia organik yaitu yang mempercayai bahwa senyawa organnik tidak mungkin terbentuk tanpa pengaruh dan daya yang dimiliki oleh makhluk hidup. Namun seiring dengan itu diperoleh pula sejumlah temuan yang mempunyai sumbangan penting bagi perkembangan kimia organik selanjutnya.
- Sitesis urea oleh Wohler mempunyai dampak yang menggoyakan pandangan “vis vitalis” karena Wohler berhasil membuat amonium sianat menjadi urea dilaboratorium berdasarkan pengelompokkan yang berlaku, amonium sianat termasuk senyawa organik. Sedangkan urea termasuk senyawa organik dapat dihasilkan dilaboratorium tanpa pengaruh daya yang dimiliki oleh makhluk hidup.
- Dampak positif yang diperoleh dari keberhasilan Wohler dalam sintesis urea bagi kimia organik dapat dihasilkan dilaboratorium tanpa pengaruh yang dimiliki oleh makhluk hidup.
- Dua alasan yang melandasi pemisahan bidang kajian senyawa organik dan senyawa anorganik, yaitu:
- Jumlah senyawa organik jauh lebih besar daripada senyawa organik.
- Semua senyawa organik mengandung unsur karbon, suatu unsur yang mempunyai keunikan yaitu dalamkemampuaanya membentuk rantai dengan sesama atom karbon baik yang terbuka maupun tertutup disertai dengan sifat yang khas
- Dengan mengacu pada kenyataan bahwa senyawa organik mengandung unsur karbon, maupun demikian sampai sekarang masih dipertahankan.
- Senyawa organik yang diperoleh dari minyak dan batubara:
- CO2 - CO - C2H5OH
- H2O - HCN - CH3OH
9. Hal penting yag menunjang perkembangan kimia organik
- metode analisis kuallitatif dann kuanntitatif
- teori struktur yang melalui beberapa tahap perkembangan
- pengembangan rumus struktur menjadi model tiga dimensi.
| Sifat-Sifat unsur senyawa organik | ||
| Sifat fisika | Reaksi | Klasifikasi |
| Pada umunya mengandung unsure-unsur C, H, O, N, halogen, dan fosfor. Senyawa organic cair ada yang mobil dan kental, tidak berwarna, dan ada pula yang kentaldan tidak mudah menguap | Mudah terbakar dan memberikan hasil akhir CO2, H2O, dan hasil-hasil lain Sebagian besar tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik. Reaksinya berlangsung lebih lambat daripada senyawa anorganik dan seringkali disertai hasil sampingan | Berdasarkan rantai atom karbonnya Berdasarkan unsur-unsur penyusunnya Berdasarkan gugus fungsional |
B.SUMBER-SUMBER KIMIA ORGANIK
1. BATU BARA
Batubara (coal) adalah sumber energi fosil yang paling banyak kita miliki di dunia ini.Batubara sendiri merupakan campuran yang sangat kompleks dari zat kimia organik yang mengandung karbon, oksigen, dan hidrogen dalam sebuah rantai karbon serta sedikit nitrogen dan sulfur. Pada campuran ini juga terdapat kandungan air dan mineral
Pembentukan batubara
Kondisi yang baik pada proses pembentukan batubara adalah lingkungan yang berawa dangkal. Kondisi tersebut terdapat pada cekungan sedimen yang terbentuk sepanjang pantai, daerah delta dan danau. Batubara terbentuk oleh adanya perubahan secara fisik dan kimia yang dipengaruhi oleh bakteri pengurai, tekanan, temperatur, serta waktu.
2. MINYAK BUMI DAN GAS ALAM
Minyak bumi (Crude Oil) dan gas alam merupakan senyawa hidrokarbon. Rantai karbon yang menyusun minyak bumi dan gas alam memiliki jenis yang beragam dan tentunya dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Sifat dan karakteristik dasar minyak bumi inilah yang menentukan perlakuan selanjutnya bagi minyak bumi itu sendiri pada pengolahannya. Hal ini juga akan mempengaruhi produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak tersebut.
-Berdasarkan model OWEM (OPEC World Energy Model), permintaan minyak dunia pada periode jangka menengah (2002-2010) diperkirakan meningkat sebesar 12 juta barel per hari (bph) menjadi 89 juta bph atau tumbuh rata-rata 1,8% per tahun. Sedangkan pada periode berikutnya (2010-2020), permintaan naik menjadi 106 juta bph dengan pertumbuhan sebesar 17 juta bph. (Sumber data: http://dtwh2.esdm.go.id/dw2007/)
-Pengetahuan tentang minyak bumi dan gas alam sangat penting untuk kita ketahui, mengingat minyak bumi dan gas alam adalah suatu sumber eneri yang tidak dapat diperbaharui, sedangkan penggunaan sumber energi ini dalam kehidupan kita sehari-hari cakupannya sangat luas dan cukup memegang peranan penting atau menguasai hajat hidup orang banyak. Sebagai contoh minyak bumi dan gas alam digunakan sebagai sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor, dan industri, kedua bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil.
-Pengetahuan tentang minyak bumi dan gas alam sangat penting untuk kita ketahui, mengingat minyak bumi dan gas alam adalah suatu sumber eneri yang tidak dapat diperbaharui, sedangkan penggunaan sumber energi ini dalam kehidupan kita sehari-hari cakupannya sangat luas dan cukup memegang peranan penting atau menguasai hajat hidup orang banyak. Sebagai contoh minyak bumi dan gas alam digunakan sebagai sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor, dan industri, kedua bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil.
Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin: petrus ), dijuluki juga sebagai emas hitam adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lalu. Sisa-sisa organisme tersebut mengendap di dasar lautan, kemudian ditutupi oleh lumpur. Lapisan lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu, dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas.Proses pembentukan minyak bumi dan gas ini memakan waktu jutaan tahun. Minyak dan gas yang terbentuk meresap dalam batuan yang berpori seperti air dalam batu karang. Minyak dan gas dapat pula bermigrasi dari suatu daerah ke daerah lain, kemudian terkosentrasi jika terhalang oleh lapisan yang kedap.Walupun minyak bumi dan gas alam terbentuk di dasar lautan, banyak sumber minyak bumi yang terdapat di daratan. Hal ini terjadi karena pergerakan kulit bumi, sehingga sebagian lautan menjadi daratan.
Dewasa ini terdapat dua teori utama yang berkembang mengenai asal usul terjadinya minyak bumi, antara lain:
1. Teori Anorganik (Abiogenesis)
Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain. Secara umum dinyatakan seperti dibawah ini:
Berdasarkan teori anorganik, pembentukan minyak bumi didasarkan pada proses kimia, yaitu :
Berdasarkan teori anorganik, pembentukan minyak bumi didasarkan pada proses kimia, yaitu :
a.Teori alkalisasi panas dengan CO2 (Berthelot)
Reaksi yang terjadi: alkali metal + CO2 karbida
karbida + H2O ocetylena C2H2 C6H6 komponen-komponen lain
Reaksi yang terjadi: alkali metal + CO2 karbida
karbida + H2O ocetylena C2H2 C6H6 komponen-komponen lain
Dengan kata lain bahwa didalam minyak bumi terdapat logam alkali dalam keadaan bebas dan bersuhu tinggi. Bila CO2 dari udara bersentuhan dengan alkali panas tadi maka akan terbentuk ocetylena. Ocetylena akan berubah menjadi benzena karena suhu tinggi. Kelemahan logam ini adalah logam alkali tidak terdapat bebas di kerak bumi.
b.Teori karbida panas dengan air (Mendeleyef)
Asumsi yang dipakai adalah ada karbida besi di dalam kerak bumi yang kemudian bersentuhan dengan air membentuk hidrokarbon, kelemahannya tidak cukup banyak karbida di alam.
Asumsi yang dipakai adalah ada karbida besi di dalam kerak bumi yang kemudian bersentuhan dengan air membentuk hidrokarbon, kelemahannya tidak cukup banyak karbida di alam.
2.Teori Organik (Biogenesis)
Berdasarkan teori Biogenesis, minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan bumi, yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan, dimana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Pada arah pertama, karbon dioksida di atmosfir berasimilasi, artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan, hewan dan mikroorganisme).
P.G. Mackuire yang pertama kali mengemukakan pendapatnya bahwa minyak bumi berasal dari tumbuhan. Beberapa argumentasi telah dikemukakan untuk membuktikan bahwa minyak bumi berasal dari zat organik yaitu:
P.G. Mackuire yang pertama kali mengemukakan pendapatnya bahwa minyak bumi berasal dari tumbuhan. Beberapa argumentasi telah dikemukakan untuk membuktikan bahwa minyak bumi berasal dari zat organik yaitu:
- Minyak bumi memiliki sifat dapat memutar bidang polarisasi,ini disebabkan oleh adanya kolesterol atau zat lemak yang terdapat dalam darah, sedangkan zat organik tidak terdapat dalam darah dan tidak dapat memutar bidang polarisasi.
- Minyak bumi mengandung porfirin atau zat kompleks yang terdiri dari hidrokarbon dengan unsur vanadium, nikel, dsb.
- Susunan hidrokarbon yang terdiri dari atom C dan H sangat mirip dengan zat organik, yang terdiri dari C, H dan O. Walaupun zat organik menggandung oksigen dan nitrogen cukup besar.
- Hidrokarbon terdapat di dalam lapisan sedimen dan merupakan bagian integral sedimentasi.
- Minyak bumi mengandung porfirin atau zat kompleks yang terdiri dari hidrokarbon dengan unsur vanadium, nikel, dsb.
- Susunan hidrokarbon yang terdiri dari atom C dan H sangat mirip dengan zat organik, yang terdiri dari C, H dan O. Walaupun zat organik menggandung oksigen dan nitrogen cukup besar.
- Hidrokarbon terdapat di dalam lapisan sedimen dan merupakan bagian integral sedimentasi.
- Secara praktis lapisan minyak bumi terdapat dalam kambium sampai pleistosan.
-Minyak bumi mengandung klorofil seperti tumbuhan.
Proses pembentukan minyak bumi terdiri dari tiga tingkat, yaitu:
1.Pembentukan sendiri, terdiri dari:
-Minyak bumi mengandung klorofil seperti tumbuhan.
Proses pembentukan minyak bumi terdiri dari tiga tingkat, yaitu:
1.Pembentukan sendiri, terdiri dari:
- pengumpulan zat organik dalam sedimen
- pengawetan zat organik dalam sedimen
-transformasi zat organik menjadi minyak bumi.
2. Migrasi minyak bumi yang terbentuk dan tersebar di dalam lapisansedimen terperangkap.
3. Akumulasi tetes minyak yang tersebar dalam lapisan sedimen hingga berkumpil menjadi akumulasi komersial.
Proses kimia organik pada umumnya dapat dipecahkan dengan percobaan di laboratorium, namun berbagai faktor geologi mengenai cara terdapatnya minyak bumi serta penyebarannya didalam sedimen harus pula ditinjau. Fakta ini disimpulkan oleh Cox yang kemudian di kenal sebagai pagar Cox diantaranya adalah: Minyak bumi selalu terdapat di dalam batuan sedimen dan umumnya pada sedimen marine, fesies sedimen yang utama untuk minyak bumi yang terdapat di sekitar pantai.
Minyak bumi memang merupakan campuran kompleks hidrokarbon.Temperatur reservior rata-rata 107°C dan minyak bumi masih dapat bertahan sampai 200°C. Diatas temperatur ini forfirin sudah tidak bertahan.Minyak bumi selalu terbentuk dalam keadaan reduksi ditandai adanya forfirin dan belerang. Minyak bumi dapat tahan pada perubahan tekanan dari 8-10000 psi.Proses transformasi zat organik menjadi minyak bumi.
Ada beberapa hal yang mempengaruhi peristiwa diatas, diantaranya:
1. Degradasi thermal
Akibat sedimen terkena penimbunan dan pembanaman maka akan timbul perubahan tekanan dan suhu. Perubahan suhu adalah faktor yang sangat penting.
2. Reaksi katalis. Adanya katalis dapat mempercepat proses kimia.
3.Radioaktivasi
Pengaruh pembombanderan asam lemak oleh partikel alpha dapay membentuk hidrokarbon parafin. Ini menunjukan pengaruh radioaktif terhadap zat organik.
Pengaruh pembombanderan asam lemak oleh partikel alpha dapay membentuk hidrokarbon parafin. Ini menunjukan pengaruh radioaktif terhadap zat organik.
4.Aktifitas bakteri.
Bakteri mempunyai potensi besar dalam proses pembentukan hidrokarbon minyak bumi dan memegang peranan dari sejak matinya senyawa organik sampai pada waktu diagnosa, serta menyiapkan kondisi yang memungkinkan terbentuknya minyak bumi.
5.Zat organik sebagai bahan sumber
Jenis zat oragink yang dijadikan sumber minyak bumi menurut para ahli dap[at disimpulkan bahwa jenis zat organik yang merupakan zat pembentuk utama minyak bumi adalah lipidzat organik dapat terbentuk dalamkehidupan laut ataupun darat dan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: yang berasal dari nabati dan hewani.
C.Perbedaan antara senyawa organik dengan senyawa anorganik
| No | Senyawa organik | Senyawa Anorganik |
| 1 | Kebanyakan berasal dari makhluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis | Berasal dari sumber daya alam mineral ( bukan makhluk hidup) |
| 2 | Senyawa organik lebih mudah terbakar | Tidak mudah terbakar |
| 3 | Strukturnya lebih rumit | Struktur sederhana |
| 4 | Semua senyawa organik mengandung unsur karbon | Tidak semua senyawa anorganik yang memiliki unsur karbon |
| 5 | Hanya dapat larut dalam pelarut organik | Dapat larut dalam pelarut air atau organik |
| 6 | CH4, C2H5OH, C2H6 dsb. | NaF, NaCl, NaBr, NaI dsb. |
1. Kegunaan senyawa organik dalam industri dan kehidupan sehari – hari
a. ALKANA (CnH2n+2)
Kegunaan alkana :
1. Bahan Bakar : elpiji, kerosin, bensin, dan solar.
2. Pelarut : petrolium eter dan nafta digunakan sebagi pelarut dalam industri atau pencuci kering (Dry Cleaning).
3. Sumber Hidrogen : Industri Amonia dan pupuk.
4. Pelumas : alkan suku tinggi (jumlah karbon tiap molekulnya cukup besar) misalnya C18H38.
5. Bahan Baku Senyawa Organik lain : untuk sintesis berbagai senyawa organik, seperti asam cuka, alkohol.
6. Bahan Baku Industri : minyak bumi dan gas alam untuk bahan baku plastik, deterjen, karet sintesis, minyak rambut, obat gosok.
b. ALKENA (CnH2n)
Kegunaan alkena :
Membuat karet sintesis, plastik dan alkohol.
Membuat karet sintesis, plastik dan alkohol.
c. ALKUNA (CnH2n-2)
Kegunaan alkuna :
Alkuna mempunai nilai ekonomis paling penting hanyalah etuna, yang disebut asetilena (C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.
d. HALOALKANA (R-X (F, Cl, Br, I) )
Haloalkana mempunyai kegunaan praktis dalam berbagai bidang, misalnya sebagai zat anestesi, perlarut, dan bahan antiseptik.
1. Sebagai Zat Anestesi
Kloroform (CHCl3) pernah digunakan sebagai obat bius karena penggunaannya yang dapat menyebabkan kerusakan hati makanya diganti dengan Halotan yaitu 2-bromo-2-2dikloro-1,1,1-trifluoroetana (CF3CHClBr), yang bersifat tidak toksik, tidak mudah terbakar dan lebih nyaman bagi pasien. Kloroetana (C2H5Cl) digunakan sebagai anetesi lokal. Daya anestesi yang mudah menguap sehingga menurunkan suhu kulit dan membuat syaraf kurang sensitif.
2. Sebagai Antiseptik
Idioform (CHI3) adalah suatu zat berwarna kuning, bebau khas dan digunakan sebagai antiseptik. Dan juga digunakan untuk identifikasi etanol / aseton.
Idioform (CHI3) adalah suatu zat berwarna kuning, bebau khas dan digunakan sebagai antiseptik. Dan juga digunakan untuk identifikasi etanol / aseton.
3. Sebagai Pelarut
Tetraklorometana(CCl4) adalah suatu zat cair tak berwarna. Zat ini digunakan untuk melarutkan lemak dan oli , dalam pencucian kering (dry cleaning) dan pembuatan senyawa – senyawa flourin. Tetapi jika terpapar terlalu lama akan meyebabkan kerusakan hati dan ginjal.
Tetraklorometana(CCl4) adalah suatu zat cair tak berwarna. Zat ini digunakan untuk melarutkan lemak dan oli , dalam pencucian kering (dry cleaning) dan pembuatan senyawa – senyawa flourin. Tetapi jika terpapar terlalu lama akan meyebabkan kerusakan hati dan ginjal.
4. Sebagai Pemadam Api
Alkan terhalogenasi sempurna seperti karbon tetraklorida, CCl4, dan bromoklorodifluorometana (BCF) dapat memadamkan api . zat-zat tersebut mempunyai massa jenis yang cukup besar sehingga dapat mengusir udara dan memadamkan api, tetapi pada suhu tinggi CCI4 dapat bereaksi dengan air membentuk fosgen (COCl2), suatu gas yang sangat beracun. BCF juga dapat merusak ozon pada stratosfer sehingga penggunakan bahan tersebut dilarang.
5. Sebagai Klorofluorokarbon (CFC) dan Freon
Senyawa klorofluorokarbon (CFC) adalah suatu golongan senyawa sintesis yang mengandung karbon, klorin dan flourin. Senyawa ini bersifat stabil dan tidak mudah terbakar, tidak korosif, tidak beracun, mudah dibuat, dan relatif murah. Contonya freon-11(CCl3F) dan freon-12(C2Cl2F2). Pada tahun 1970-an para ahli menyatakan bahwa senyawa ini menyebabkan kerusakan lapisan ozon pada stratosfer oleh sebab itu freon (CFC) dilarang penggunaannya.
6. Senyawa Haloalkana
Vinilklorida dan Kloroprena merupakan bahan dasar pada industri plastik dan karet sintesis.
e. Senyawa Alkohol (R-OH)
Beberapa penggunaan senyawa alkohol dalam kehidupan sehari-hari dan industri antara lain :
1. Pada umumnya alkohol digunakan sebagai pelarut. Misal : lak dan vernis.
2. Etanol dengan kadar 76% digunakan sebagai zat antiseptik. Etanol juga banyak digunakan sebagai bahan pembuat plastik, bahan peledak, dan kosmestik. Etanol banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minuman keras.
3. Campuran etanol dengan metanol digunakan sebagai bahan bakar yang biasa dikenal dengan nama Spiritus.
4. Glikol digunakan untuk pelarut, bahan pelunak, bahan baku industri serat sintetis. Misalnya Dakron.
5. Gliserol digunakan untuk pelembap dan pembalut pada berbagai macam kosmetik, pelembap tembakau, pelarut berbagai jenis obat, misalnya obat batuk. Dan juga digunakan untuk membuat nitrogliserin, yaitu bahan untuk membuat bahan peledak.
f. Senyawa Eter (R-O-R’)
Senyawa-senyawa eter yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan industri antara lain :
1. Dietil eter (etoksi etana) biasanya digunakan sebagai pelarut senyawa-senyawa organik. Selain itu dietil eter banyak digunakan sebagai zat anestesi (obat bius) di rumah sakit.
2. MTBE (Metil Tertier Butil Eter)
Senyawa eter ini digunakan untuk menaikan angka oktan besin menggantikan kedudukan TEL / TML, sehingga diperoleh bensin yang ramah lingkungan. Sebab tidak menghasilkan debu timbal (Pb2+), seperti bila digunakan TEL / TML.
3. Dimetil eter digunakan untuk pelarut dan juga untuk bahan pendingin.
4. Diisopropil eter sering kali digunakan sebagai pelarut pengganti dietil eter.
g. Senyawa Aldehid (R-C-H)
Senyawa aldehid yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari – hari dan industri adalah Formaldehida dan Asetaldehida, antara lain sebagai berikut :
1. Larutan formaldehida dalam air dengan kadar ± 40% dikenal dengan nama formalin. Zat ini banyak digunakan untuk mengawetkan spesimen biologi dalam laboratorium musium. Formaldehida juga banyak digunakan sebagai :
1) Insektisida dan pembasmi kuman
2) Bahan baku pembuatan damar buatan
3) Bahan pembuatan plastik dan damar sintetik seperti Galalit dan Bakelit
2. Asetaldehide dalam kehidupan sehari-hari dan industri antara lain digunakan sebagai :
1) Bahan untuk membuat karet dan damar buatan
2) Bahan untuk membuat asam asetat (Asam Cuka)
3) Bahan untuk membuat alkohol
3. Butiraldehida banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik.
h. Senyawa Keton (R-C-R’)
Senyawa alkanon yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan industri adalah aseton (propanon). Aseton banyak digunakan sebagai :
1. Pelarut senyawa karbon misalnya : sebagai pembersih cat kuku.
2. Bahan baku pembuatan zat organik lain, seperti kloroform yang digunakan sebagai obat bius.
3. Selain aseton, beberapa senyawa alkanon banyak yang berbau harum sehingga digunakan sebagai campuran parfum dan kosmetika lainnya.
4. Isobutil metil keton dengan nama dagang Hexone digunakan sebagai pelarut nitroselulosa dan berbagai getah.
i. Senyawa Asam Karboksilat (R-C-OH)
Penggunaan asam alkanoat dalam kehidupan sehari-hari dan industri antara lain
1. Asam format (asam metanoat) yang juga dikenal asam semut merupakan cairan tak berwarna dengan bau yang merangsang. Biasanya digunakan untuk :
1) Menggumpalkan lateks (getah karet)
2) Obat pembasmi hama
3) Pembuatan tekstil dalam industri tekstil
2. Asam asetat atau asam etanoat yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan nama asam cuka. Asam cuka banyak digunakan sebagai pengawet makanan, dan penambah rasa makanan (bakso dan soto). Dan juga banyak dipakai dalam sintesis hasil industri termasuk serat dan plastik.
3. Asam sitrat biasanya digunakan untuk pengawet buah dalam kaleng.
4. Asam stearat, asam ini berbentuk padat, berwarna putih. Dalam kehidupan sehari – hari terutama digunakan untuk membuat lilin.
5. Asam oksalat digunakan untuk menghilangkan karat dan pereaksi pada pembuatan warna.
6. Asam tartrat digunakan untuk mengasamkan minuman, permen, dan makanan. Dan juga digunakan dalam fotografi, keramik, menyamak kulit, dan proses dalam beberapa industri.
7. Asam palmitat ( C15H31COOH ) digunakan dalam pembuatan garam Na – Palmitat yang merupakan salah satu contoh sabun Natrium.
j. Senyawa Ester (R-C-O-R’)
Ester banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan industri antara lain :
1. Amil asetat banyak digunakan sebagai pelarut untuk damar dan lak.
2. Esterifikasi etilen glikol dengan asam bensen 1.4 dikarboksilat menghasilkan polyester yang digunakan sebagai bahan pembuat kain.
3. Karena baunya yang sedap maka ester banyak digunakan sebagai esen pada makanan antara lain
K. Senyawa Amida (R-C-NH2)
Penggunaan senyawa Amida dalam kehidupan sehari – hari
1. Formamida digunakan sebagai pelarut dan juga untuk bahan pelunak.
2. Asetamida banyak sekali diperlukan dalam sintesis senyawa organik, baik sebagai pereaksi maupun pelarut dan juga untuk bahan pembasah.
l. Senyawa Amina (R – NH2)
Secara singkat dapat disimpulkan bahwa amina adalah senyawa organik yang luas kegunaannya antara lain :
1. Untuk menghambat korosi pada logam
2. Untuk membuat insektisida
3. Untuk membuat bahan flotasi
4. Dan digunakan dalam pembuatan zat warna
m. Senyawa Benzena
Penggunaan Senyawa Benzena dalam kehidupan sehari – hari dan industri antara lain :
1. Fenol digunakan sebagai pelarut pada pemurnian minyak pelumas, bahan baku pembuatan plastik, dan antiseptik.
2. Asam benzoat digunakan sebagai pengawet makanan dan minuman.
3. Nitrobenzena banyak digunakan sebagai pelarut, peledak, serta bahan baku pembuatan zat warna, parfum, anilina.
4. Asam salisilat banyak diperdagangkan untuk obat pusing dengan nama aspirin, asetosal dan sebagainya.
5. Anilina digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan zat warna diazo, bahan pembutan peledak, dan bahan pembuatan obat – obatan.
6. Toluena berguna untuk pembuatan bahan peledak yang sering kita sebut dengan istilah TNT ( Tri nitro toluena).
III. PENUTUP
A.KESIMPULAN
Senyawa organik adalah senyawa yang berbasis kimia karbon. Karbon adalah unsur kimia yang unik dalam keanekaragaman maupun strukturnya yang dapat dihasilkan dari koneksi tiga dimensi atom-atomnya. Proses fotosintesis merubah karbondioksida dan air menjadi oksigen dan senyawa yang dikenal sebagai karbohidrat. Baik selulosa, zat yang memberi kekakuan struktur pada tanaman, dan pati, hasil penyimpanan energi tanaman, adalah karbohidrat polimerik. Karbohidrat sederhana yang dihasilkan lewat fotosintesis membentuk bahan baku beraneka ragam senyawa organik yang ditemukan pada kingdom tanaman dan hewan. Saat disatukan dengan jumlah hidrogen, oksigen, nitrogen, belerang, fosfor dan unsur lain dalam beragam ukuran, kemungkinan struktur senyawa karbon menjadi tak terbatas, dan jumlahnya jauh melebihi total semua senyawa nonorganik.
Pandangan “vis vitalis” dalam kimia organik yaitu yang mempercayai bahwa senyawa organnik tidak mungkin terbentuk tanpa pengaruh dan daya yang dimiliki oleh makhluk hidup. Namun seiring dengan itu diperoleh pula sejumlah temuan yang mempunyai sumbangan penting bagi perkembangan kimia organik selanjutnya.
Sitesis urea oleh Wohler mempunyai dampak yang menggoyakan pandangan “vis vitalis” karena Wohler berhasil membuat amonium sianat menjadi urea dilaboratorium berdasarkan pengelompokkan yang berlaku, amonium sianat. Fokus utama kimia organik adalah mengisolasi, memurnikan dan mempelajari struktur zat alamiah ini.
B.SARAN
Bahwa dengan adanya kimia organik, manusia harus mampu menciptakan bahan makanan dan segala kebutuhan manusia yang sifatnya organik dan menjadi alternatif dalam pemenuhan kebutuhan,serta langkah awal dalam back to nature.
DAFTAR PUSTAKA
Peter Atkins, Atkins’ Molecules, 2nd ed. (2003)
William H. Brock, The Fontana History of Chemistry (1992)
John C. Kotz, Paul M. Treichel, and Gabriela C. Weaver, Chemistry & Chemical Reactivity, 6th ed. (2006).
John B. Fenn, Engines, Energy, and Entropy: A Thermodynamics Primer (1982, reissued 2003).
chemistry. (2010). In Encyclopædia Britannica. Retrieved June 20, 2010, from Encyclopædia Britannica Online: http://www.britannica.com/EBchecked/topic/108987/chemistry

semoga dengan blogg ini dapat bermanfaat bagi kepentinganilmu pengetahuan.....
BalasHapus